NAMA : GOZI ANGGARA
NIM : A1C114017
TUGAS TERSTRUKTUR.
SOAL :
Pada alkil halide sekunder
terjadi reaksi bersaing antara reaksi eliminasi dan subtitusi. Kapan
terjadi reaksi subtitusi dan kapan terjadi reaksi eliminasi ?
JAWABAN :
Persaingan substitusi dan
eliminasi dapat ditinjau reaksi antara alkil halida dengan kalium
hidroksida yang dilarutkan dalam metil alkohol. Nukleofilnya adalah ion
hidroksida, OH-, yaitu nukleofil kuat dan sekaligus adalah basa kuat. Pelarut
alkohol kurang polar jika dibandingkan dengan air. Keadaan-keadaan ini
menguntungkan proses-proses SN2 dan E2 jika dibandingkan dengan SN1 dan E1.
Misalnya, gugus alkil pada alkil halida adalah primer, yaitu 1-bromobutana. Kedua
proses dapat terjadi.
Reaksi eliminasi adalah suatu
jenis reaksi organik dimana dua substituen dilepaskan dari sebuah molekul baik
dalam satu atau dua langkah mekanisme. Reaksi satu langkah disebut dengan reaksi
E2, sedangkan reaksi dua langkah disebut dengan reaksi E1. Harap diingat bahwa
simbol angka pada huruf E (yang berarti elimination) tidak melambangkan jumlah
langkah. E2 dan E1 menyatakan kinetika reaksi, yaitu berturut-turut
bimolekuler dan unimolekuler.
Pada sebagian besar reaksi eliminasi organik, minimal satu hidrogen dilepaskan
membentuk ikatan rangkap dua. Dengan kata lain akan terbentuk molekul tak
jenuh. Hal tersebut memungkinkan sebuah molekul melangsungkan reaksi eliminasi reduktif,
dimana valensi atom pada molekul menurun dua. Jenis reaksi eliminasi yang
penting melibatkan alkil halida, dengan gugus pergi (leaving group) yang baik,
bereaksi dengan basa Lewis membentuk alkena.
Reaksi E1 (Alkil Halida)
Reaksi E1 adalah reaksi eliminasi dimana suatu karbokation (suatu zat antara
yang tak stabil dan berenergi tinggi, yang dengan segera bereaksi lebih lanjut)
dapat memberikan sebuah proton kepada suatu basa dan menghasilkan sebuah
alkena. Pada reaksi SN1, salah satu cara karbokation mencapai produk yang
stabil ialah dengan bereaksi dengan sebuah nukleofil.
Karbokation adalah suatu zat
antara yang tak stabil dan berenergi tinggi. Karbokation memberikan kepada basa
sebuah proton dalam reaksi eliminasi, dalam hal ini reaksi E1 menjadi sebuah
alkena.
Tahap 1 (lambat)
Tahap pertama dalam reaksi eliminasi adalah tahap lambat dan merupakan tahap
penentu laju dari reaksi keseluruhan. Suatu reaksi E1 yang khas menunjukkan
kinetika order-pertama, dengan laju reaksi hanya bergantung pada konsentrasi
alkil halide saja.
Tahap 2 (cepat)
Dalam tahap dua reaksi eliminasi, basa itu merebut sebuah proton dari sebuah
atom karbon yang terletak berdampingan dengan karbon positif. Elektron ikatan
sigma karbon hidrogen bergeser ke arah muatan positif, karbon itu mengalami
Rehibridisasi dari keadaan sp3 ke
keadaan sp2, dan terbentuklah alkena.
Karena suatu reaksi E1
berlangsung lewat zat antara karbokation, maka tidak mengherankan bahwa alkil
halida tersier lebih cepat daripada alkil halida lain.
Reaksi E2 (Alkil Halida)
Reaksi E2 (eliminasi bimolekular) ialah reaksi eliminasi alkil halida yang
paling berguna. Reaksi E2 alkil halida cenderung dominan bila digunakan basa
kuat, seperti–OH dan –OR, dan temperatur tinggi. Secara khas reaksi E2
dilaksanakan dengan memanaskan alkil halida dengan K+ -OH / Na+ -OCH2CH3 dalam
etanol.
Reaksi E2 berjalan tidak lewat suatu karbokation sebagai zat-antara, melainkan
berupa reaksi serempak (concerted reaction) yakni terjadi pada satu
tahap, sama seperti reaksi SN2.
Basa membentuk ikatan dengan
hidrogen
Elektron-elektron C-H membentuk
ikatan pi
Brom bersama sepasang elektronnya
meninggalkan ikatan sigma C-Br.
Permasalahan :
Bagaimana alkena terbentuk pada
reaksi E1 ?
saya sinda febrilia (018 )
BalasHapussaya mencoba menjawab permasalahan gozi. menurut saya Reaksi E1 adalah reaksi eliminasi dimana suatu karbokation (suatu zat antara yang tak stabil dan berenergi tinggi, yang dengan segera bereaksi lebih lanjut) dapat memberikan sebuah proton kepada suatu basa dan menghasilkan sebuah alkena. Pada reaksi SN1, salah satu cara karbokation mencapai produk yang stabil ialah dengan bereaksi dengan sebuah nukleofil. Karbokation adalah suatu zat antara yang tak stabil dan berenergi tinggi. Karbokation memberikan kepada basa sebuah proton dalam reaksi eliminasi, dalam hal ini reaksi E1 menjadi sebuah alkena.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus