Selasa, 02 Februari 2016

Kimia Organik II



         Senyawa organik terlibat dalam tiap segi kehidupan, dan banyak manfaatnya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ada diantaranya yang berwujud bahan makanan,bahan sandang, obat- obatan, kosmetik, dan berbagai jenis plastik. Senyawa organik hanya mewakili satu jenis senyawa kimia, yaitu yang mengandung satu atom karbon atau lebih. Kimia organik barangkali lebih baik didefinisikan sebagai kimia senyawa yang mengandung karbon. Dalam kimia organik, banyak reaksi yang dapat terjadi yang melibatkan ikatan kovalen di antara atom karbon dan heteroatom lainnya seperti oksigen, nitrogen, atau atom-atom halogen lainnya. Beberapa reaksi yang lebih spesifik akan dijelaskan di bawah ini.

 1) Reaksi oksidasi 
         Reaksi oksidasi adalah pengikatan atom Hidrogen dengan oksigen untuk menghasilkan suatu zat atau senyawa baru yang sifat fisika dan kimianya berbeda dengan zat asalnya. Reaksi oksidasi sering disebut reaksi pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap (H2O).
        Alkan sukar dioksidasi oleh oksidator lemah seperti KMnO4, tetapi mudah dioksidasi oleh oksigen diudara bila dikabar. Oksidasi yang cepat dengan oksigen yang akan mengeluarkan panas dan cahaya disebut pembakaran. 
 Pembakaran sempurna          :            CH4 + 2O2 ....> CO2+ 2H2 = +212,8 kkal/mol 
                                                          CH4 + 2O2 .....> CO2g+ 2H2O = +688,0 kkal/mol 

 Pembakaran tidak Sempurna :            2CH4 + 3O2 ....> 2CO+ 4H2O
                                                          CH4 + 2O2 ......> C+ 2H2O 


Ciri-ciri reaksi oksidasi yaitu : 
a. Reaksi penangkapan/penambahan oksigen
                                      CH4(g) +2 O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g) 
Atom O tertangkap membentuk karbondioksida dan air

b. Reaksi pelepasan/pengurangan hidrogen 
                                       CH3CH2OH → CH3CHO 

c. Biloks bertambah 
                                       Fe(s) → F2+(aq) + 2e– 2)
2.  Reaksi reduksi.
Reaksi reduksi adalah enyawa yang bertamabh hidrogennya tetapi oksigennya berkurang.

contoh reaksi reduksi yaitu :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhQfzWIqKeKD9lLs_8QnQbxd2Gf2Yvifh7-6KdyA9zOaz0AxhakvTTbvH9vxT3rSAiui8EHISe-TSN2zsKsX9mPA7r-aQdsgmblSEVBKXqAEod06i23zR4JAFxLWtElS3TT4ixVBjtRpzi/s1600/aaaa.png




3. Reaksi Ozonolisis
Reaksi ozonolisis adalah reaksi oksidasi ikatan rangkap oleh ozon (O3).  Contohnya yaitu reaksi alkena dan ozon akan menghasilkan aldehid dan keton. Berikut reaksinya :
b.jpg
                                 

4. Reaksi Brominasi
         Reaksi brominasi adalah reaksi yang digunakan untuk membedakan golongan alkena dan alkana. Gas etena jika dilewatkan dalam air brom (berwarna cokelat kemerahan) maka akan membentuk larutan tidak berwarna (1,2-dibromoetana), sedangakan alkana tidak akan mempengaruhi warna air brom ketika senyawa itu dilewatkan kedalamnya.


7 komentar:

  1. terimah kasih. yang ingin saya tanyakan kenapa alkana tidak akan mempengaruhi warna air brom ketika senyawa itu dilewatkan kedalamnya?

    BalasHapus
  2. Saya ingin menambahkan materi tentang reaksi-reaksi kimia organik diatas. menurut literatur yang saya baca pada mekanisme reaksi brominasi bahwa alkana tidak dapat bereaksi dengan Brom pada reaksi adisi. hal ini dikarenakan Alkana yang tidak memiliki ikatan rangkap, tidak bereaksi denga bromin (warna merah kecoklatan bromin tetap ada), sedangkan senyawa aromatik dapat mengalami reaksi substitusi dengam bromin dengan adanya katalis Fe atau AlCl3. Reaksi substitusi tersebut juga menghasilkan gas HBr.
    Demikian, semoga bermanfaat("_")

    BalasHapus
  3. Hay gozi. Apakah d dalam reaksi oksidasi tidak ad muatan formal?

    BalasHapus
  4. terimah kasih saudara wangi. Di dalam reaksi oksidasi terdapat muatan formal yang dapat kita ditentukan nilainya. Muatan formal adalah muatan atom-atom senyawa unsur sehingga total muatannya 0 untuk senyawa yang bersifat netral sedangkan untuk senyawa yang muatannya bersifat positif dan negative nilai muatan formalnya sesuai dengan nilai muatan positif atau negatife senyawanya.
    Contohnya : NH3 : muatan formalnya 0
    NH4+ : muatan formalnya +1
    NH2- : muatan formalnya -1

    BalasHapus
  5. terimaksih gozi. anda menyebutkan bahwa reaksi brominasi digunakan untuk membedakan alkana dan alkena saja. apa yang menyebabkan alkuna tidak dapat dibedakan dengan reaksi brominasi?

    BalasHapus
  6. terima kasih untuk saudari septina,pasti ilmu yang anda berikan bermanfaat :)

    BalasHapus
  7. assalamuaikum saudara sekalian, ilmu yang saudara berikan sangat berguna dan bermanfaat. sedikit saya ingin bertanya pada reaksi brominasi anda mengambil contoh Gas etena jika dilewatkan dalam air brom, pertanyaan saya bagaimana benruk persamaan reaksinya dan mekanisme reaksinya bagaimana? terimakasih

    BalasHapus